Fenomena resistensi kuman terhadap
antibiotik yang kian mengkhawatirkan kembali disuarakan para pakar kesehatan. Penggunaan
antibiotik yang tidak rasional dan berulang-ulang merupakan penyebab terbesar
suatu jenis bakteri menjadi resisten terhadap obat. Ketidakmampuan suatu obat
antiobiotik mengatasi bakteri kini menjadi momok setelah ditemukannya
antibiotik pada tahun 1940-an. Kehadiran antibiotik sempat menjadi solusi yang
efektif dalam mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Namun ketika
bakteri sudah menjadi resisten terhadapnya, dibutuhkan alternatif lain yang
dapat membuat pengobatan menjadi kembali efektif.
Prof. Les Baillie, dari Cardiff
University Inggris menyatakan, bukan mustahil dunia akan kembali ke suatu masa
dimana belum ditemukan antibiotik, sehingga pengobatan sejenis penyakit menjadi
permasalahan besar.